Jadi
100% kamu…! Jargon itu sering kita dengar sebagai jargon dari sebuah
produk minuman penambah energi. Mungkin jargon itu terdengar biasa dan
lumrah, padahal jika kita dalami lebih jauh, ternyata jargon ini
mengandung makna yang sangat dalam tentang eksistensi kita sebagai
manusia. Jadi 100% kamu, berarti tuntutan untuk menjadi diri kita yang
sesungguhnya agar kita bisa ”jadi orang”, jadi 100% kamu, berarti juga
sebuah proses metamorfosis eksistensi dari ”belum jadi” menjadi ”jadi”,
jadi 100% kamu berarti juga kamu tampil dalam kondisi prima 100% baik
fisik maupun sikap mental....., jadi 100% kamu bisa juga dll. wah
ternyata ”100% kamu” menjadi sangat luas maknanya. Apalagi jika kita
tambahkan pendapat saudara-saudara kita yang lain, yang tentunya
memiliki berbagai pemahaman tentang bagaimana yang dimaksud ”jadi 100%
kamu” itu, tergantung ”mental map”nya kata orang NLP.
Berhubung terlalu luasnya makna ”jadi 100% kamu” itu, maka saya mungkin hanya akan melihat dari kacamata saya yang cuma minus ½ ini (he...he...he...). Saya pernah melihat sebuah slide dalam bentuk power point yang kreatif dan menggelitik, apa yang membuat hidup menjadi 100%? tanya slide itu..., dalam jawabannya, jika huruf A – Z itu sama dengan 1 – 26, maka kata ATTITUDE jika dijumlahkan seluruhnya maka menghasilkan angka 100 (wew.... bener juga), walahhh nih orang kok yah kreatif banget. Dari slide itu saya pikir ada benarnya juga. Ternyata yang bisa membuat hidup kita menjadi 100% adalah ATTITUDE (sikap – red) kita. ”Attitude is not everything, but everything comes from our attitude” itu kata orang bijak……, sikap bukanlah segalanya, tetapi segalanya berawal dari sikap kita. Kalau kita coba jujur, mungkin selama ini yang membuat kita tidak menjadi yang kita inginkan adalah karena kita salah dalam bersikap.
Nah biar tetap bisa jadi 100%, beberapa sikap yang bisa saya sharing buat sobat dan mudah-mudahan bisa menghantarkan kita menjadi 100% antara lain :
Berhubung terlalu luasnya makna ”jadi 100% kamu” itu, maka saya mungkin hanya akan melihat dari kacamata saya yang cuma minus ½ ini (he...he...he...). Saya pernah melihat sebuah slide dalam bentuk power point yang kreatif dan menggelitik, apa yang membuat hidup menjadi 100%? tanya slide itu..., dalam jawabannya, jika huruf A – Z itu sama dengan 1 – 26, maka kata ATTITUDE jika dijumlahkan seluruhnya maka menghasilkan angka 100 (wew.... bener juga), walahhh nih orang kok yah kreatif banget. Dari slide itu saya pikir ada benarnya juga. Ternyata yang bisa membuat hidup kita menjadi 100% adalah ATTITUDE (sikap – red) kita. ”Attitude is not everything, but everything comes from our attitude” itu kata orang bijak……, sikap bukanlah segalanya, tetapi segalanya berawal dari sikap kita. Kalau kita coba jujur, mungkin selama ini yang membuat kita tidak menjadi yang kita inginkan adalah karena kita salah dalam bersikap.
Nah biar tetap bisa jadi 100%, beberapa sikap yang bisa saya sharing buat sobat dan mudah-mudahan bisa menghantarkan kita menjadi 100% antara lain :
- Penerimaan, menerima diri kita apa adanya. Bukan berarti pasrah..., menerima diri kita apa adanya berarti kita memahami potensi diri kita dan memahami betul starting point kita dalam melangkah. Menerima diri kita apa adanya mengandung pemahaman ikhlas dan syukur atas apa yang telah diberikan Sang Pencipta kepada kita, sehingga kita tahu akan kita apakan potensi tersebut.
- Keberanian. Hidup adalah wilayah keberanian, keberanian untuk hidup, keberanian untuk mengambil keputusan, keberanian untuk sukses dan bukan tidak mungkin keberanian untuk gagal.
- Keberlimpahan, sikap yang satu ini adalah sikap yang akan membangun basis sosial kita. Sikap keberlimpahan memiliki makna bahwa ”hidup adalah untuk memiliki dan berbagai, banyak hal yang dapat kita bagi tanpa harus merasa takut kekurangan” karena apa yang kita berikan untuk diri kita maupun orang lain, tentu nantinya akan berputar pada siklus memberi dan menerima, yahhh kurang lebih mungkin ini salah satu pemahaman tentang hukum tanam tuai
- Optimalisasi, siklus kehidupan adalah perpindahan dari satu usaha/kerja kepada kerja yang lain, bangun tidur-mandi-sarapan-ke kantor- janji rapat – jalan-jalan dst, lalu tidur lagi... dst......, berulang sampai akhir hayat. Nah yang kita inginkan adalah ”kerja optimal, hasil maksimal”. Optimalisasi adalah penggunaan seluruh sumber daya yang ada pada kita untuk menunjang tujuan yang hendak kita capai. Ketika kita belum mampu mencapai hasil yang kita inginkan berarti ada pekerjaan kita yang belum optimal.
Ok.... mungkin hanya itu yang bisa saya share pada sobat...boleh diterima, boleh tidak, boleh ditambahi, boleh dikurangi, boleh dikoreksi dan boleh juga dibetulkan, karena kita memiliki cara berpikir beda-beda khan..........ok keep succes.






